Latest News

Showing posts with label Artikel Berita. Show all posts
Showing posts with label Artikel Berita. Show all posts

Monday, July 24, 2017

CEO Facebook Mark Zuckerberg, Akan Maju di Pemilihan Presiden AS?

CEO Facebook Mark Zuckerberg melakukan tur keliling AS (Amerika Serikat). Ia mengatakan, kegiatan ini untuk mendengar pendapat AS soal negara masa depan. 

Tentu, sebagian pengamat menduga untuk langkah maju pemilihan Presiden AS dari Partai Demokrat pada 2020 mendapat. 

Seperti yang dikutip dari NBC melalui survei dari Firma statistik, Public Policy Polling, Marck memiliki kesempatan sebagai kandidat Presiden AS. 

Surveinya yakni 836 pemilih, 40% mendukung Mark Zuckerberg. Sedangkan 40% lainnya memilih Donal Trum kembali maju. Kemudian sisanya masih ragu-ragu. 


CEO Facebook Mark Zuckerberg melanjutkan tur keliling Amerika Serikat. Ia mengklaim bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mendengarkan pendapat warga AS soal masa depan negara.

Terkait dugaan masyarakat soal rencana pencalonannya, Zukcerberg menyatakan klarifikasinya dalam sebuah postingan Facebook di bulan Mei.

"Beberapa dari kalian menanyakan kepadaku terkait dengan upaya menjadi kandidat presiden. Aku jelaskan itu salah," ujarnya.

Perlu diketahui, Zuckerberg melakukan lawatan ke 50 negara bagian AS untuk mempelajari pendapat masyarakat terkait komunitas di negara Paman Sam itu.

"Aku ingin mengunjungi semua negara bagian tahun ini. Selama ini, aku tidak mempunyai banyak waktu untuk mendengarkan pendapat dan harapan masyarakat," ujarnya CEO Facebook tersebut. 

http://www.artikelsiana.com/

Sumber: 
MSN.com Suara.com 

Friday, July 14, 2017

Menkominfo: Kami Akan Tutup Paksa Facebook, Youtube, & Twitter. Anda Setuju?

Baru-baru ini, jagat dunia maya dikagetkan oleh pemberitaan Menkominfo atau Menteri Komunikasi dan Informatika yakni Rudiantara. Rudiantara menargetkan akan menutup paksa media sosial di Indonesia seperti Facebook dan You Tube.

Rudiantara mengatakan "Mohon maaf teman-teman yang main pakai Facebook, atou Youtube kalau terpaksa harus (ditutup) karena tugas pemerintah untuk menjaga ini kondusif, " katanya Rudiantara usia menghadiri Deklarasi Anti Radikalisme Perguruan Tinggi Se-Jawa Barat di Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jumat (14/7). 

Rudiantara menyayangkan kepada perusahaan platform media sosial yang tidak ingin melakukan perbaikan dalam hal penutupan akun radikal maka pemerintah akan menutup akses platform tersebut. 


Ia juga mengancam tegas untuk menutup akun Facebook dan You Tube karena tindak lanjut kekecewaan pemerintah Indonesia terhadap kebijakan platform media sosial internasioal. Pasalnya, permintaan pemerintah meindak akun berbahaya tidak terpenuhi sebagaimana mestinya. 

Menurut Rudiantara, pada tahun 2016 hanya menutup 50% oleh  Platform media sosial internasional, "Pada 2016, permintaan untuk men-takedown akun di medsos maupun file video sharing itu, 50% dilakukan oleh penyedia platform internasional media sosial. Ini mengecewakan bagi kami sehingga kami minta diperbaiki ini," Kata Rudiantara. 

Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), telah mengutus perwakilan untuk berkomunikasi kepada perusahaan penyedia akun media sosial dan video sharing serta akan bersikap tegas dengan menutup paksa media sosial. 

Sumber: 
MSN.com dan Republika.co.id