Latest News

Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

Sunday, July 30, 2017

Unsur-Unsur Novel: Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Unsur-unsur Novel- Novel merupakan sebuah totalitas, yang merupakan suatu kemenyeluruhan yang artistic. Sebagai sebuah totalitas, novel mempunyai bagian-bagian, unsur-unsur yang saling terkait dengan satu dengan yang lainnya. Unsur demikian pembangunan sebuah novel yang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yakni unsur extrinsic dan intrinsik. 
Unsur extrinsik merupakan unsur yang terdapat di luar karya sastra, namun secara tidak langsung dapat mempengaruhi bangunan atau sistem dari organisme karya sastra tersebut, akan tetpai tidak ikut menjadi bagian di dalamnya.

Unsur ekstrinsik terdiri atas keadaan subyektivitas individu atau pengarang yang mempunyai sikap, keyakinan dan pandangan hidup, biografi, keadaan lingkungan pengarang misalnya ekonomi, sosial dan politik serta semuanya yang dapat mempengaruhi karya yang ditulisnya. 

Unsur intrinsik adalah unsur membangun sebuah karya sastra itu sendiri. Unsur tersebut yang dapat menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya yang secara faktual akan didapati jika terdapat seseorang pembaca karya sastra. Unsur intrinsik sebuah novel merupakan unsur yang secara langsung  ikut serta dalam membangun cerita. Unsur tersebut adalah tema, plot, penokohan, latar dan sudut pandang. 

a. Tema 
Tema merupakan gagasan dasar yang menopang sebuah karya sastra yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan. Tema dalam sebuah cerita dapat bersifat mengikat karena terma tersebut hanya akan menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa, konflik dan situasi tertentu. Tema tersebut menjadi dasar dalam pengembangan seluruh cerita maka tema pun dapat bersifat menjiwai seluruh bagian dari cerita. 

Tema dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar umum dari sebuah novel. Gagasan yang telah ditentukan oleh pengarang yang digunakan dalam mengembangkan sebuah cerita. Dengan kata lain cerita dapat mengikut gagasan dasar umum yang ditetapkan sebelumnya sehingga dari berbagai peristiwa, konflik dan pemilihan berbagai unsur intrinsik yang lain misalnya penokohan, perplotan, pelataran, dan penyudur pandangan diusahakan mencerminkan gagasan dasar umum tersebut. 

b. Plot 
Plot atau alur merupakan urutan dari peristiwa yang sambung-menyambung di dalam sebuah cerita yang didasarkan pada sebab- akibat. Dengan peristiwa yang sambung menyambung tersebut terjadilah sebuah cerita yang diantaranya awal dan akhir cerita terdapat sebuah alur.

Jadi alur dapat memperlihatkan bagaimana cerita demikiandapat berjalan. Kita dapat misalkan cerita dimulai dari peristiwa A dan diakhiri dengan Z, maka A, B, C, D, dan Z merupakan dari alur cerita. Berdasarkan dari waktunya plot dibagi menjadi dua yakni
  • Plot lurus atau progresif, plot dapat dikatakan progresif jika suatu peristiwa-peristiwa yang dikisahkan dapat berisfat kronologis, peristiwa yang pertama diikuti dengan peristiwa-peristiwa kemudian. 
  • Plot flash-back. Urutan dari kejadian tersebut dikisahkan dalam sebuah karya fiksi yang berplot regresif tidak bersifat krnologis, cerita tidak dimulai dari tahap awal melainkan mungkin dari tahap tengah atau tahap akhir. 
c. Penokohan 
Pembicaraan sebuah fiksi, sering dipergunakan dalam istilah-istilah misalnya tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan, atau karakter dengan karakteristik yang secara bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama. Istilah tersebut sebenarnya tidak disarankan pada pengertian yang persis sama hanya saja bersinonim. 

Istilah tokoh tersebut merujuk pada orangnya, pelaku cerita, seperti jawaban dari pertanyaan: "siapakah tokoh utama novel sepatu dahlan? atau ada berapa jumlah pelaku dalam novel sepatu dahlan? dan sebagainya.

Tokoh cerita menurut abrams adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan sebagai kualitas moral dan kecenderungan tertentu misalnya yang diekspresikan dalam sebuah ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan.

Penokohan dan karakterisasi sering juga disamakan dengan perwatakan menunjuk pad apenempatan tokoh-tokoh tertenu dengan perwatakan dalam sebuah cerita. Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas seseorang yang ditampilkan ke dalam sebuah cerita.

Dengan demikian, istilah penokohan tersebut menjadi lebih luas pengertiannya dari padatokoh dan perwatakan sebab ia sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus memnyarankan pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.

Membaca sebuah novel, yang pada hakikatnya seseorang berhadapan dengan sebuah dunia, dunia yang dilengkapi dengan tokoh penghuni yang disertai dengan permasalahannya. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan lengkap jika dalam sebuah cerita tidak terdapat ruang lingkup, waktu dan tempat sebagai sebuah tempat pengalaman kehidupannya. Dengan demikian dalam sebuah cerita selain memerlukan sebuah tokoh dan plot juga membutuhkan latar.

d. Latar 
Latar atau setting merupakan tempat, hubungan waktu, dan linkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Saat membaca sebuah novel, pasti ditemukan sebuah lokasi tertentu misalnya nama kota, desa, jalan, hotel, dan lain-lain tempat terjadinya sebuah peristiwa. Di samping itu, pembaca juga akan diperhadapkan pada hubungan waktu misalnya tahun, tanggal, pagi, siang, pukul, saat bulan purnama, atau kejadian yang merujuk pada waktu tertentu.

Unsur dari latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok yakni tempat, waktu, dan sosial. Ketiga dari unsur itu walaupun dari masing-masingnya menawarkan sebuah permasalahan yang berbeda dan dapat dibicarakan secara satu dengan yang lainnya.
  • Latat tempat. Latar tempat merupakan sebuah lokasi dari terjadinya peristiwa yang diveritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat digunakan sebagai tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu tersebut tanpa nama yang jelas. Latar dalam sebuah novel  umumnya terdiri dari berbagai lokasi, ia dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain sejalan dengan perkembangan plot dan tokoh.
  • Latar waktu. Latar waktu merupakan perhubungan dengan masalah kapan dari terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Waktu dalam karya naratif dapat bermakna ganda yakni merujuk pada waktu penceritaan, waktu penulisan cerita dan di pihak.
  • Latar sosial merupakan hal yang berkaitan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang begitu kompleks. Ia dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap. Tidak hanya itu, latar sosial juga berhubungan dengan status sosial dan tokoh yang bersangkutan. 
e. Sudut Pandang
Sudut pandang atau point of view merupakan suatu cara atau pandangan yang dipergunakan oleh pengarang sebagai sarana dalam menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang memiliki bentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca. Sudut pandang tersebut dibagi ke dalam 3 yakni. 
  • Pengarang menggunakan sudut pandang tokoh dan kemudian kata diganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dengan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri. 
  • Pengarang menggunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari laur dari pada yang terlihat dalam sebuah cerita pengarang yang biasanya menggunakan kata ganti dari orang ketiga. Pencerita dalam sudut pandang orang ketiga terdiri di luar cerita sehingga pencerita tidak dapat memihak kepada salah satu tokoh dan kejadian yang diceritakan. Sehingga dapat dikatakan menggunakan kata ganti nama ia, dia, dan mereka, pengarang dapat menceritakan suatu kejadian jauh ke masa lampau dan masa sekarang. 
  • Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, yang sama sekali terdiri dari suatu cerita yang ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia dapat melihat hingga ke dalam pikiran toko dan dapat mengisahkan batin yang dalam diri tokoh. 

Baca Juga:

Pengertian, Ciri-Ciri, & Fungsi Sastra
Pengertian Cerpen dan Ciri-Ciri Cerpen
Pengertian, Unsur & Contoh Surat Lamaran Kerja

Demikianlah informasi mengenai Unsur-Unsur Novel. Semoga informasi ini dapat membantu teman-teman dalam mengkaji sebuah novel atau membuat sebuah novel baik unsur intrinsik atau unsur ekstrinsik dalam sebuah novel. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Referensi Unsur-Unsur Novel: 

Burhan Nurgiyantoro, Teori Pengkajian Fiksi (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010),
Suroto, Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra INDONESIA untuk SMTA (Jakarta: Erlangga, 1989), 

Saturday, July 29, 2017

Fungsi Novel: Apa Fungsi Novel?

Fungsi Novel - Pada dasarnya, fungsi novel untuk menghibur para pembaca. Novel adalah cerita yang terkandung juga di dalamnya tujuanya untuk memberikan hiburan kepada pembaca. Novel merupakan ungkapan dan gambaran kehidupan manusia di suatu zaman yang dihadapkan terhadap suatu permasalahan hidup. 

Permasalahan hidup manusia yang begitu kompleks mampu melahirkan suatu konflik dan pertikaian. Melalui novel demikian, pengarang dapat menceritakan tentang aspek kehidupan manusia secara mendalam khususnya berbagai perilaku manusia.

Novel memuat tentang kehidupan manusia dalam menghadapi suatu permasalahan hidup. Novel berfungsi untuk mempelajari tentang kehidupan manusia di zaman tertentu. Hal demikian yang membuat para pengarang untuk menuangkannya dalam karya sastra novel dengan suatu harapan bisa mengambil manfaatnya bagi pembacanya. 

Para novelis mengajarkan lebih banyak mengenai sifat-sifat manusia daripada psikolog karena novelis bisa mengungkapkan kehidupan batin dari tokoh-tokoh pada novel yang dituliskannya. Ada yang mengungkapkan bahwa novel dapat dijadikan sebagai sumber bagi para psikolog atau menjadi kasus sejarah yang mampu memberikan sebuah ilustrasi dan contoh.

Bahkan, juga dikatakan bahwa novelis mampu menciptakan dunia yang memiliki kandungan nilai kebenaran dan pengetahuan sistematis yang dapat dibuktikan. 

Manfaat dari membaca karya sastra atau novel memberikan kegembiraan dan kepuasaan batin, memberikan penghayatan yang begitu mendalam terhadap suatu apa yang kita ketahui, serta mampu menolong pembaca menjadi manusia yang berbudaya.

Selain dari pada itu, dengan membaca novel mampu memberi kesadaran kepada pembaca mengenai kebenaran-kebenaran hidup. Alhasil cipta sastra akan selalu berbicara mengenai masalah manusia dengan segala permasalahan hidupnya, baik melalui hubungan manusia dengna mnausia, manusia dengan lingkungannya maupun dengan manusia dengan penciptanya. 


Fungsi Novel

Hasil karya sastra novel mengandung keindahan yang mampu menimbulkan rasa senang, nikmat, terharu, menarik perhatian dan dapat menyegarkan perasaan pembaca, pengalaman jiwa yang terdapat dalam karya sastra dalam memperkaya kehidupan batin manusia khususnya bagi pembaca. 

Fungsi karya sastra khususnya novel sebagai berikut: 
  1. Fungsi pertama adalah sebagai alat penting bagi pemikir dalam menggerakkan pembaca dalam sebuah kenyataan dan menolongnya untuk mengambil suatu keputusan jika terdapat suatu masalah. 
  2. Sebagai pengimbang sains dan juga teknologi 
  3. Sebagai alat yang dapat meneruskan tradisi suatu bangsa dalam arti yang positif, bagi masyarakat sezamannya dan masyarakat yang akan datang, antara lain: kepercayaan, cara berpikir, kebiasaan, pengalaman sejarahnya, rasa keindahan, bahasa serta juga bentuk-bentuk kebudayaan. 
  4. Sebagai sesuatu yang dimana terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang mendapat tempat yang sewajarnya, dipertahankan dan disebarluaskan, khususnya di tengah-tengah kehidupan modern yang ditandai dengan menggebu-gebunya kemajuan sains dan juga teknologi. 
Selain itu, Agustien S., Sri Mulyani dan juga Silistino berpendapat bahwa fungsi sastra khususnya novel adalah sebagai berikut.. 
  1. Fungsi rekreatif, yang dapat memberikan hiburan dalam menyenangkan bagi pembacanya. 
  2. Fungsi didaktif, yakni mampu mengarahkan atau mendidik pembacanya dengan adanya nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung di dalamnya. 
  3. Fungsi estetis, yakni mampu memberikan keindahan bagi pembacanya. 
  4. Fungsi moralitas, mampu memberikan pengetahuan kepada pembacanya sehingga dapat mengetahui moral yang baik dan juga buruk. 
  5. Fungsi religius, yang memiliki kandungan ajaran agama yang diteladani bagi para pembaca sastra. 

Baca Juga: 



Demikianlah informasi mengenai fungsi novel. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan menambah pengetahuan kita. Alangkah lebih baiknya, saran penulis kepada pembaca adalah teman-teman membuktikan sendiri bagaimana itu fungsi novel sendiri menurut anda, menurut anda para pembaca, bagi teman-teman sendiri. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Referensi Fungsi Novel: 
Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawacana. hlm: 77-83

Novel: Pengertian Novel, Unsur-Unsur & Novel Menurut Para Ahli

Novel - Pernahkah teman-teman membaca novel? Tentu beberapa diantara kita ada yang pernah membaca novel dan ada juga yang sampai saat ini menjadikan novel sebagai makanan sehari-harinya. Maksudnya, setiap hari novel mengisi keseharian kita.

Penulis sendiri, juga suka membaca novel. Namun, novel yang memiliki jalan cerita menarik yang mengandung berbagai sisi kehidupan yang sesuai dengan kehidupan, dan mengedukasi atau memiliki genre filsafat atau ilmu sosial.

Terkadang penulis juga menyukai novel yang memiliki isi romantis, dan tetap mengandung edukasi, apalagi jalan cerita yang tidak membosangkan. Tentu, jalan cerita novel penulis dan teman-teman tentu ada yang memiliki kesamaan dan perbedaan.

Baca Juga:

Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi
Kumpulan Contoh Surat Lamaran Kerja Terbaru
Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi Sastra
Pengertian dan Unsur-Unsur Intrinsik Novel

Lepas dari hal tersebut, pada saat saya ingin membuat informasi ini, mengenai pengertian novel dan pengertian novel menurut para ahli. Beberapa buku yang penulis koleksi beberapa diantaranya pada saat sebelum menulis informasi ini, penulis mengira itu semua adalah novel. Namun setelah mempelajari dan menuliskan informasi ini, ternyata tidak semua buku tersebut adalah novel. Alhasil, dari informasi penulis tuliskan ternyata juga membawa manfaat kepada penulis.

Semoga saja informasi ini juga bermanfaat kepada teman-teman, walaupun penulis masih mempelajari pengertian atau apa itu novel yang notabene masih dalam hal dasar, namun informasi ini ternyata telah membuka pikiran penulis. Olehnya itu, penulis juga menginformasikan pengertian novel atau definisi novel, unsur-unsur intrinsik, dan unsur ekstrinsik dan pengertian novel menurut para ahli dibawah ini..

Pengertian Novel: Apa itu Novel?

Novel berasal dari bahasa Novella, yang dalam bahasa jerman disebut dengan novelle dan novel dalam bahasa Inggris, dan inilah yang menjadi masuk ke Indonesia. Secara harfiah novel didefinisikan sebagai sebuah barang baru yang kecil, yang kemudian diartikan sebagai cerita pendek yang memiliki bentuk bersifat prosa. 

Novel adalah karangan yang panjang dan memiliki bentuk prosa dan memiliki kandungan rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan memiliki sifat setiap pelaku. Novel adalah bentuk karya sastra yang didalamnya terdapat sebuah nilai-nilai budaya, sosial, moral dan juga pendidikan. 

Novel merupakan media penuangan pikiran, perasaan dan gagasan penulis dengan merespon kehidupan di sekitarnya ketika terdapat permasalahan baru, nurani penulis novel akan terpanggil untuk segera dalam menciptakan sebuah cerita. 

Sebagai bentuk dari karya sastra tengah (bukan cerpen atau roman) novel merupakan sangat ideal dalam mengangkat peristiwa penting di kehidupan manusia dalam suatu kondisi kritis yang menentukan. 

Novel sebagai gambaran perpecahan yang tidak terjembatani dengan suatu komunitas yang merupakan kisah-kisah berkecamuknya pikiran-pikiran. Pandangan orang-orang yang jujur sehingga novel disebut sebagai karya sastra yang baik bukanlah tulisan atau karya yang kaya dengan tindakan jasmani yang menakjubkan, namun dengan terlibatnya sekian banyak pikiran yang sebenarnya tanpa dengan tambahan apapun kehidupan ini menarik selama dapat ditemukan orang-orang jujur dan bernilai dan terus terang setiap dari karya sastra yang baik pada dasarnya adalah kisah yang memiliki kecamuk pikiran dan pandangan setiap orang yang tidak malu untuk mengakui sikap mereka yang sebenarnya.

Perkembangan novel yang diketahui sebagai salah satu jenis karya fiksi, namun dianggap bersinonim dengan fiksi sehingga pengertian fiksi juga berlaku ke dalam novel. Novel merupakan bagian dari genre prosa fiksi. 

Berkaitan dengan pengertian novel sebagai karya sastra yang memiliki bentuk prosa fiksi. Novel masuk ke dalam fiksi (fiction) di sebabkan novel merupakan hasil dari khayalan atau sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Selain dari pada itu novel juga roman dan cerita pendek. 

Pengertian Novel Menurut Para Ahli 

1, Burhan Nurgiyanto
Nurgiyanto mengatakan bahwa istilah dari novella atau novelle memiliki pengertian atau definisi yang sama dengan istilah Indonesia novellet (inggris) yang diartikan sebagai sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya cakupan, tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. 

2. Abrams
Menurut Abrams berpendapat bahwa sebutan novel dalam bahasa Inggris yang kemudian masuk ke Indonesia berasal dari Bahasa Italia novella. Secara harfiah novella memiliki pengertian sebagai sebuah barang baru yang kecil dan kemudian didefinisikan sebagai cerita pendek atau short story dalam bentuk prosa. 

Menurut Abrams Novel dalam sebutan bahasa inggris, berasal dari Italia Novella yang dalam bahasa jerman novelle. Secara harfiah novella berarti barang baru yang kecil, dan diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa, novel adalah ceritap nedek yang diperpanjang, dan yang setengah panjang disebut dengan roman. 

3. Robert Lindell
Menurut Robert Lindell bahwa karya sastra yang berupa novel, awalnya lahir di Inggris dengan judul Pamella yang diterbitkan di tahun 1740. Mulanya novel Pamella  merupakan terdiri dari catatan harian seorang pembantu rumah tanggu lalu berkembang dan kemudian menjadi bentuk prosa fiksi yang seperti kita ketahui saat ini. 

4. Kenny, William
Menurut Kenney, William bahwa novel adalah 
Whre the short story compresses, the novel expand. For the intensity of the short story, the novel subtitutes complexity... Time and the novel the novel is decidedly not meant to be read at a single sitting. Because of is length, the novel is particularly suited, as the short story is not, to deal with the effect an character of the passage of time. 

5. Jassin
Menurut Jassin bahwa novel sebagai suatu cerita yang bermain dalam dunia manusia dan benda yang di sekitar kita, tidak mendalam, kemudian lebih banyak melukiskan satu saat dari kehidupan seseorang dan lebih mengenai sesuatu episode. 

6. Atar Semi
Menurut Semi, Atar bahwa pengertian novel adalah mengungkapkan suatu konsentrasi kehidupan pada suatu saat tegang dan pemusatan kehidupan yang tegas. Novel merupakan karya fiksi yang menampilkan aspek kemanusiaan yang lebih mendalam dan disajikan dengan halus. 

7. Goldmann
Menurut Goldmann mendefinisikan novel bahwa pengertian novel adalah cerita mengenai pencarian terdegradasi akan nilai-nilai otentik di dalam dunia yang juga terdegradasi, pencarian itu dilakukan oleh seorang hero yang problematik. 

Ciri tematik tampak pada istilah nilai-nilai otentik yang menurut Goldmann adalah totalitas yang secara tersirat muncul ke dalam novel, nilai-nilai tersebut yang mengorganisasikan sesuai dengan mode dunia sebagai totalitas. Atas dasar pengertian atau definisi novel tersebut, Goldmann mengelompokkan novel yakni novel psikologis (romantisme keputusasaan), dan novel pendidikan (paedagogis). 

8. Sayuti 
Pendapat demikian juga di definisikan oleh Sayuni, bahwa pengertian novel menurut sayuti adalah kategori dalam karya fiksi yang bersifat formal dan sebuah fiksi apapun bentuknya diciptakan dengan tujuan tertentu. 

9. Sudjiman
Menurut Sudjiman, pengertian novel adalah prosa rekaan yang panjang dengan menyuguhkan tokoh-tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa dan latar secara tersusun.

10. Khasanah
Menurut khasanah kesusastraan Indonesia modern, novel adalah karya yang lebih sederhana dalam penyajian alur cerita dan tokoh cerita yang ditampilkan dalam cerita tidak terlalu banyak..

Unsur Intrinsik Novel 
  1. Tema merupakan ide pokok yang menjalin isi cerita atau disebut dengna dasar cerita. Teman ini menyangkut dendam, kehidupan kerohanian, cinta kasih, persahabatan, keadilan dan lain sebagainya. 
  2. Alur merupakan urtan kedian yang sesuai dengan jalannya cerita. 
  3. Latar dan Setting merupakan hubungan waktu, tempat dan lingkungan sekitar yang didasari dari suatu cerita. 
  4. Penokohan merupakan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan ke dalam sebuah cerita
  5. Sudut pandang merupakan posisi pengaraman dalam menceritakan suatu peristiwa. 
  6. Amanat merupakan sesuatu yang berisi nasihat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. 
Unsur Ekstrinsik Novel 
Pengertia Novel, Unsur-Unsur Novel dan Novel Menurut Para Ahli- Unsur Intrinsik Novel dan Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik dapat berupa sikap, keyakinan, dan pandangan hidup pengarang yang ingin memengaruhi karya yang ditulisnya.

Baca Juga: 

Pengertian Paragraf, Ciri, Fungsi, & Jenis-Jenisnya
Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenisnya, Unsur & Struktur Puisi
Pengertian Pantun, Ciri Pantun, & Macam-Macam Pantun
Pengertian Diskusi, Unsur & Macam-Macam Diskusi

Demikianlah informasi Pengertian Novel, Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel serta Novel Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Referensi:


Burhan Nurgiyantoro, Teori Pengkajian Fiksi . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010), h. 9 
Suroto, Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra INDONESIA untuk SMTA (Jakarta: Erlangga, 1989), h. 19. 
Fatimah, Nurul. 2015. Nilai-Nilai Religius Dalam Novel "Bulan Terbelah Di Langit Amerika" Karya Hanum Sasabiela Rais Dan Rangga Almahendra (Kajian Intertekstual). NOSI Volume 2, No. 9.  
Andriyani, Moh. 2014. Kupas Tuntas Secara Jelas Sampai Akar-Akarnya Bahasa Indonesia SMA Kelas 1, 2 dan 3. Jakarta: Pustaka Nusantara Indonesia. Hlm: 39.  
Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawaca 74-77.